ekspresii

Ekspresi itu ibarat sebuah lagu. Misalnya nih, kita ga ngeri bahasa Korea tapi kita bisa nikmatin lagu-lagunya Super Junior (gw gaada contoh lain hahaha, lanjut gan) dimana kata-kata udah ga berarti, tapi kita bisa memaknai lagu itu dari melodinya. Sama seperti cara lo mengekspresikan perasaan lo kepada seseorang dan lo ingin orang tersebut mengerti isi hati lo. Contoh gampangnya, lo pengen nembak cewe nih. Cewe ini suka sama lo, tapi cuma sebates temen aja. Kan percuma lo bikin puisi panjang lebar pake kata-kata puitis sampe mulut lo berbusa pas bacainnya kalo tuh cewe emang ga srek sama lo. Nah, caranya untuk membuka pintu hatinya dia untuk lo (cieelah bahasa guaa), adalah dengan memaknai setiap perbuatan lo dan menyayangi dia lebih dahulu. Misalnya dengan perhatian (tapi ga over ya, karena lo masih belom menjadi “siapa-siapa”nya dia.) Perhatian dan kelakuan lo iti ibarat sebuah lagu. Lo ga perlu banyak bicara saat ngelakuin itu semua, cukup bersikap baik. ‘Baik’ tuh relatif, dan untuk tahu lo udah baik ato belom, lo harus memaknai perbuatan yang lo lakukan. Memaknai itu gabisa diajarin oleh orang lain. Yang bisa ngajarin cara memaknai sesuatu ya cuma diri lo sendiri karena itu semua keluar dari hati nurani lo. Pengetahuan mungkin bisa dibagi dan diterima dengan mudah, tapi perasaan kan ga bisa. Makanya lo harus latihan mendengarkan malaikat dan setan yang ada dalem diri lo.

Balik ke topik tentang nembak cewe tadi. Perhatian kecil yang lo berikan dan senyum tulus yang lo lemparkan bisa menjadi melodi indah yang menggema dalem hati tuh cewe.
Tapi, memaknai sesuatu tuh ga terbates pada saat lo pengen nembak orang aja. Setiap kata-kata/ perbuatan yang lo berikan ke orang lain harus menjadi suatu ‘hadiah’, jadi lo memberikannya secara gratis, tulus, ikhlas tanpa ngarepin balesan apapun; bukannya menjadi beban atau keterpaksaan. Senyum kecil akan menjadi sesuatu yang ga ternilai harganya kalo itu semua terpancar dari ketulusan hati lo. Senyum gaya awal orang sukses (-katanya Yemayo) haha. So, eksepresikan perasaan lo melalui suatu perbuatan yang nancep-jlen-di-hati. Termasuk kalo lo mau ngelabrak ade kelas. Lo ga perlu bertindak kasar, cukup dengan rangkaian kata-kata yang buruk-tulusBANGET-nancep-jleb-di-hati (loh kok topiknya jadi ngaco gini ya haha.) Niscaya hidup dan perbuatan lo akan nancep-jleb-di-hati para pemirsa. Wo-ho-ho

Hug and kisses :*

DM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s