Sempit

Barusan kaka gue ganti dp bbm, dia lagi foto sama keluarga di makam kaka gue yang paling besar, gue sendiri ga ikut ke sana. Tiba-tiba banyak pikiran yang muncul di kepala gue. Kenapa sih waktu terasa begitu singkat, dunia terasa begitu sempit, dan kenapa baju yang lucu-lucu dijual di toko baju bayi?

Semuanya terasa ga cukup dan ga memberi ruang bagi kita untuk bergerak, bahkan untuk bernafas.

Terus gue sadar, sebenernya permasalahannya bukan soal ruang yang sempit itu. Permasalahannya adalah, seberapa bisa lo memanfaatkan ruang yang sempit itu secara maksimal.

Singapura itu maju karena wilayahnya yang ga luas, makanya pemerintah gampang ngurusinnya. Bener juga, ruang yang sempit justru malah memudahkan kita buat menjadi lebih positif.

Baiklah, gue berusaha menarik kesimpulan dari kalimat-kalimat yang ngalor ngidul ini.

Biarpun waktu kita terbatas, dunia kita begitu sempit, dan kesempatan yang datang terasa cuma sedikit, lo harus tetap positif, dari pikiran yang positif, lo bisa menjadi lebih semangat dan ceria bro. Dan cinta akan muncul dengan sendirinya. Dan cinta lo itu harus mampu mengisi ruang yang sempit ini. Pasti mampu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s